Ibu hamil jatuh terpeleset. Jangan dong! Bisa fatal, lho.
Pengaruh perubahan hormon selama kehamilan menyebabkan otot-otot di hampir seluruh persendian tubuh Anda longgar plus bertambahnya beban berat badan, membuat keseimbangan tubuh Anda kurang stabil. Akibatnya ibu hamil menjadi mudah jatuh terpeleset.
Nah, beberapa hal berikut bisa membantu Anda mengurangi risiko cedera karena jatuh atau terpeleset.
* Alas kaki nyaman. Model boleh trendi, tapi keamanan tetap harus nomor satu. Jadi, pilihlah sepatu berhak tidak terlalu tinggi dengan dasar yang lebar. Jika terasa sesak, pilih sepatu/sandal satu nomor lebih besar dari biasanya. Biasanya, kaki menjadi agak besar menjelang akhir masa kehamilan. Jika mungkin, belilah sepatu yang bagian dasarnya lebih tebal mengikuti lekukan kaki.
* Bawa barang berat atau besar saat naik tangga. Jangan lakukan hal ini, karena bukan saja mengganggu keseimbangan Anda, tetapi juga menghalangi pandangan Anda. Selain itu, naik turun tangga sebaiknya dilakukan dengan hati-hati, dan jangan lupa berpegangan pada tepian tangga.
* Kebersihan lantai. Bersih dari debu saja tidak cukup. Lantai harus bebas dari benda-benda kecil dan basah yang dapat membuat Anda terpeleset.
* Hindari kegelapan. Pasanglah lampu cukup terang di ruangan yang sering Anda lewati.
* Awas lutut. Hindari dulu kegiatan olahraga yang dapat menyebabkan rasa sakit di lutut atau persendian lainnya. Misalnya jogging menuruni bukit, latihan jongkok dan berdiri berulang-ulang, dan sebagainya. Jika lutut terasa sakit karena tak kuat menahan beban dan gerakan Anda, gunakanlah penahan lutut (knee decker).
* Minta bantuan. Jika perlu, peganglah tangan suami atau teman Anda saat berjalan, naik-turun tangga, atau menyeberang jalan. Selain itu, jangan memaksakan diri untuk melakukan hal-hal yang berisiko jatuh, seperti naik bangku saat ingin mengambil barang di tempat tinggi. Mintalah bantuan orang lain untuk melakukannya.
* Hati-hati peregangan. Jika Anda kurang berhati-hati dalam melakukan latihan peregangan, dikhawatirkan persendian akan terganggu, sehingga ketika berjalan Anda juga mudah terjatuh.
Pehatikan:
- Jika ingin melakukan latihan peregangan, lakukan perlahan-lahan dan hati-hati.
- Ketika meregangkan otot, tarik napas dalam-dalam dan tahan sekitar 10 detik. Setelah itu, cobalah untuk merelakskan tekanan yang mungkin terasa di bagian lain tubuh akibat peregangan tersebut.
- Hindari meregangkan persendian pangkal paha, terutama dalam posisi paha terbuka lebar, karena jaringan otot di persendian sedang dalam keadaan longgar.
- Jika Anda merasa sakit di persendian, jangan malah meregangkan persendian itu. Intinya, jika saat melakukan peregangan Anda merasa ada bagian tubuh yang kurang nyaman atau sakit, maka hentikan atau hindari dulu gerakan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar