Tak ada larangan berpuasa bagi ibu hamil. Asalkan kondisi kesehatan memungkinkan dan dinyatakan sehat oleh dokter. Tapi hal penting yang harus diperhatikan adalah menjaga agar stamina ibu hamil tidak merosot saat berpuasa.
Berikut tip yang dapat diterapkan:
1. Pada saat akan memulai puasa, pastikan tubuh dalam kondisi prima. Artinya,
benar-benar tidak ada gangguan kesehatan dan kehamilan yang bisa membahayakan
janin dan ibu hamil.
2. Usia kehamilan harus sudah melewati masa krisis pertama, atau kehamilan telah
berusia lebih dari tiga bulan.
3. Atur menu sahur dan berbuka dengan makanan berkomposisi gizi seimbang.
Upayakan makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga
vitalitas tubuh. Proporsi gizi yang tidak seimbang akan membuat ibu hamil
didera rasa kantuk berlebihan serta rasa pusing yang menganggu.
4. Semua makanan sebaiknya dihidangkan dalam keadaan hangat. Perut kosong, dalam
keadaan hamil pula, biasanya lebih sensitif dan enggan menerima makanan
dingin. Hanya buah yang boleh dikonsumsi dalam kondisi dingin.
5. Istirahat yang cukup, terutama di siang hari. Istirahat bukan berarti jadi
banyak tidur. Terlalu lama bergolek di atas kasur justru membuat tubuh jadi
lemas, karena energi kurang tersalurkan dan otot-otot tubuh lebih banyak diam.
7. Tetaplah berolahraga ringan. Misalnya, ikut kelas senam hamil atau jalan-jalan
di pagi hari. Kurang gerak pada ibu hamil hanya akan membuat daya tahan tubuh
memburuk. Selain itu olahraga dapat merangsang hormon antinsulin, yang
berfungsi melepas gula dan simpanan energi, sehingga kadar gula darah tidak
menurun. Ini membuat ibu hamil tetap segar sepanjang hari.
8. Segera konsultasikan pada dokter jika merasakan kelainan pada tubuh, misalnya
ada gejala pusing berkepanjangan, atau terasa sakit pada bagian perut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar