TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Sabtu, 24 Januari 2009

Pentingnya Berat Badan Ideal

Jangan ‘melotot’ melihat jarum timbangan bergeser terus ke kanan. Justru Anda harus leg
Ya, kenaikan berat badan selama hamil memang bisa jadi salah satu barometer kalau kehamilan berjalan baik. Namun, tidak berarti kenaikan berat badan selama hamil tidak ada pagarnya.

Mesti pas

Selama hamil, calon ibu sebaiknya mengalami kenaikan berat badan yang ideal atau normal. Kenaikan berat badan yang kurang atau lebih dari normal selama hamil bisa berpengaruh pada Anda, juga janin.

Bila tubuh Anda kekurangan zat gizi, janin juga akan kekurangan zat gizi yang dibutuhkannya untuk tumbuh dan berkembang menjadi bayi sempurna. Perlu Anda tahu, ibu yang kekurangan gizi selama hamil, berisiko lebih besar melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), atau kurang dari 2500 gram. Selain itu, dia juga berisiko menderita anemia, yang juga menyebabkan BBLR dan risiko perdarahan saat persalinan.

Dibandingkan sebelum hamil, ibu hamil membutuhkan energi 17% lebih tinggi, atau rata-rata 2500 kkal/hari. Bila berat badannya sebelum hamil tergolong ideal, maka dia perlu tambahan kalori 300 kkal/hari. Komposisi makanan sebaiknya terdiri dari 20% protein, 30% lemak, dan 50% kalori.

Sebaliknya, bila kenaikan berat badan berlebihan selama hamil, maka bukan hanya berpengaruh pada pertumbuhan janin, tapi juga akan menyusahkan Anda. Bukankah bila tubuh janin besar, Anda sendiri akan kesusahan saat melahirkannya nanti?

Kondisi awal

Biasanya, dokter akan memperhitungkan berat badan Anda saat mulai hamil dengan rumus indeks masa tubuh (IMT). Artinya, kalau di saat awal kehamilan, berat badan Anda termasuk ideal, maka kenaikan sekitar 13 -15 kg dianggap cukup. Tetapi kalau berat badan Anda termasuk di bawah ideal (IMT <19,8), maka selama hamil Anda perlu menaikkan berat badan lebih banyak, sekitar 12,5-18 kg. Sebaliknya, bila saat mulai hamil tubuh Anda sudah kelebihan berat (IMT >28), maka kenaikan berat badan selama hamil juga harus disesuaikan. Berkisar 7-12 kg saja, jangan sampai naik melebihi batas kewajaran.

Sederhananya, kenaikan yang diperlukan pada wanita hamil kurus adalah 0,5 kg/minggu, wanita dengan berat badan normal 0,4 kg/minggu, sedang pada wanita tergolong gemuk cukup hanya 0,3 kg/minggu. Perlu diingat, kenaikan berat badan berjalan progresif; makin tua usia kehamilan, kenaikan berat badan makin tinggi tiap minggunya.

Distribusi ideal kenaikan berat badan sampai kehamilan 20 minggu adalah 0,3 kg per minggu, setelah itu sampai kehamilan 40 minggu adalah 0,5 kg per minggu. Penting diketahui, peningkatan berat badan tidak selalu berjalan paralel dengan peningkatan berat janin dalam kandungan. Untuk itu, selain memantau berat ibu, pertambahan berat badan janin juga perlu jadi perhatian.

Gizi lengkap dan seimbang

Jangan pernah bosan dengan anjuran, “Makanlah dengan gizi lengkap dan seimbang”. Cukupi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral dalam menu makanan Anda sehari-hari, termasuk camilan Anda. Tentu akan lebih sempurna bila dibarengi dengan olah tubuh yang tepat untuk melancarkan peredaran darah, serta istirahat yang cukup.

Kalau Anda selalu menjalankan pola makan dan hidup sehat seperti ini, Anda tak perlu gusar dengan gerakan angka timbangan berat badan Anda. Namun, mengingat kondisi tubuh tiap ibu hamil tidak sama, maka agar Anda tak ragu dalam menjalankan pola makan sehat dan menjaga pertambahan berat badan selama hamil, sangat bijaksana bila berkonsultasi pada dokter kandungan Anda serta ahli gizi.

Perhatian!

Ada beberapa penyakit kehamilan (seperti pre-eklampsia dan diabetes), dan penyakit dalam kehamilan (seperti ginjal dan kelainan jantung) yang perlu menjadi perhatian khusus, dan terkait masalah kenaikan berat badan. Untuk itu, Anda perlu mendiskusikannya dengan dokter kebidanan saat kontrol.

Tidak ada komentar: