TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Minggu, 25 Januari 2009

Waspadai Infeksi Genital pada Ibu Hamil


Human Papilloma Virus (HPV) yang seringkali menghuni daerah mulut rahim selain bisa menyebabkan kanker, juga menyebabkan infeksi sehingga muncul kutil kelamin (anogenital wart). Pada wanita hamil, gangguan ini sering muncul selain karena daya tahan tubuhnya sedang lemah, juga karena suasana vagina yang lebih lembab.

Kutil atau ada pula yang menyebutnya "jengger ayam" di daerah genital biasanya terlihat seperti benjolan atau datar, bisa tunggal atau banyak, kecil atau besar. Warnanya bisa seperti warna daging atau keputihan. Penyebabnya adalah HPV tipe 16 dan 11 yang termasuk tipe jinak.

Penularan virus ini sebagian besar memang melalui kontak seksual, namun pada wanita hamil virus ini berkembang lebih banyak karena didukung oleh suasana vagina yang lebih lembab dari biasanya.

"Selain suasana vagina yang lembab, pada wanita hamil hormon estrogennya juga meningkat, sirkulasi darahnya juga banyak, sehingga cocok untuk tempat perkembangbiakan virus, bakteri, atau jamur," papar dr.Nugroho Kampono, Sp.OG (K), Spesialis Obstetri dan Ginekologi, staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Meski infeksi virus ini seringkali tanpa gejala, namun wanita hamil yang terinfeksi biasanya mengeluhkan keputihan yang berbau dan menimbulkan gatal. "Wanita hamil memang merasakan adanya jumlah cairan yang lebih banyak di vagina karena mulut rahim membesar sehingga cairan dari serviks bertambah. Pada kondisi tersebut, virus dan bakteri lebih mudah masuk karena tidak ada proteksi sehingga timbul keputihan," papar Nugroho.

Pengobatan
Pengobatan kutil genital pada wanita hamil harus dilakukan dengan hati-hati karena berhubungan dengan kondisi janin. Menurut Nugroho jika kondisi kutilnya masih berukuran kecil dan hanya terdapat di daerah bibir vagina, maka cukup diobati dengan obat tutul yang berasal dari daun patah tulang (podophylin).

"Jika kutil ditemukan dalam jalan lahir, maka perlu dioperasi atau bayi dilahirkan lewat operasi caesar," kata Nugroho. Menurutnya, jika bayi lahir lewat vagina yang terinfeksi, maka virus-virusnya dikhawatirkan terhisap oleh si bayi dan menyebabkan infeksi saluran napas. "Bila terhisap virus ini akan tersangkut di pita suara dan baru ketahuan saat anak menginjak remaja," tambahnya.

Akibat lain dari infeksi saat hamil adalah bayi lahir prematur, terjadi penyebaran kuman pada tubuh bayi, bahkan bisa menyebabkan bayi meninggal di dalam rahim. Karenanya setiap wanita perlu melakukan tindakan-tindakan pencegahan.

Untuk menjaga agar keasaman dalam vagina terjaga, Nugroho menyarankan agar kebersihan vagina selalu diperhatikan. Misalnya tidak bergonta-ganti pasangan, dan memeriksakan diri sesegera mungkin jika mengalami keputihan cukup lama. Upaya pencegahan terbaru yang bisa dipilih adalah dengan melakukan vaksinasi HPV yang efektif mencegah timbulnya kutil kelamin dan kanker mulut rahim.

Tidak ada komentar: